Soal Remedial Kimia Dasar
Prodi Produksi Ternak dan Agroteknologi Kelas C dan D
Tahun Akademik 2019/2020
Selesaikan semua soal berikut dalam bentuk jawaban di kolom
komentar:
1. M Faris Farabi
Kemukakan proses sederhana pembuatan biogas
dari kotoran ternak.
2.
Januari Yusuf Ibrahim
Kemukakan proses sederhana pembuatan
biodiesel dari tumbuhan atau limbah minyak nabati.
3.
Lauli Pangestu R
Kemukakan proses sederhana pembuatan pupuk organik
dari limbah kotoran ternak.
4.
Aad Ahmad S
Kemukakan proses sederhana pembuatan alkohol
dari ketan.
5.
Delfis Yoga P
Kemukakan proses sederhana pembuatan
pestisida organik dari bahan alami.
6.
Hilmi M Tsani
Kemukakan proses sederhana pembuatan pupuk
organik dari limbah rumah tangga
7.
Miftah Firdaus
Kemukakan proses sederhana pembuatan pupuk
organik dari sisa tumbuhan.
8.
Muh Firdaus
Kemukakan proses sederhana pembuatan minyak
goreng dari kelapa
Cara sederhana membuat pupuk organik limbah rumah tangga sebagai berikut:
BalasHapusSiapkan sampah rumah tangga yang akan diolah menjadi pupuk kompos.
Pisahkan sampah organik (sisa makanan/dedaunan) dengan sampah plastik. Sampah organiklah yang nantinya akan digunakan sebagai pupuk kompos.
Siapkan wadah berukuran besar untuk membuat pupuk kompos. Jangan lupa bahwa wadah harus dilengkapi dengan penutup agar pupuk yang dibuat tidak akan terkontaminasi.
Masukkan tanah secukupnya ke dalam wadah yang telah diisi dengan sampah organik. Ketebalannya bisa Anda sesuaikan dengan wadah dan banyaknya sampah organik.
Siram permukaan tanah tersebut menggunakan air secukupnya.
Masukkan sampah organik yang sudah disiapkan ke dalam wadah.
Pastikan sampah disimpan secara merata. Sebisa mungkin ketebalan sampah setara dengan ketebalan tanah
Masukkan lagi tanah ke dalam wadah. Kali ini tanah berperan sebagai penutup sampah.
Tutup wadah dengan rapat dan biarkan sekitar tiga minggu.
Nama:Miftah firdaus
BalasHapusKelas:agroteknologi C
Npm:24031119048
Soal:kemukakan proses sederhana pembuatan pupuk organik dari sisa tumbuhan.
Jawaban:
Membuat pupuk organik dari sisa tumbuhan.
langkah pertama mengumpulkan sampah organik contohnya daun daun, sisa sayuran, dll
kedua cacah sampah tsb spaya lbih halus dan kecil kecil, campurkan air jika daun tsb terlalu kering,
ketiga tutup sampah yuang sudah dicampur dengan air dan tanah dengan kain goni, supaya lebih lembab, diamkan dalam 2-3 minggu, lalu dibalik, dan diamkan lagi, setelah itu pengepakan. Itulah langkah sederhana pembuatan pupuk organik dari sisa tumbuhan.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNAMA:lauly pangestu romadon
BalasHapusPRODI:peternakan
NPM:24032119031
Soal:kemukakan proses sederhana pupuk organik dari limbah kotoran ternak.
Jawab:
Penggunaan pupuk anorganik diyakini dapat meningkatkan produktifitas tanaman namun penggunaan dalam jangka panjang dapat menurunkan kesuburan tanah. Beberapa pengaruh negatif pupuk anorganik terhadap tanah adalah tanah menjadi masam, tekstur tanah menjadi keras dan padat, kapasitas penyimpanan air menjadi berkurang, kandungan unsur hara akan menurun, mikroorganisme tanah menjadi berkurang dan mati, dapat mencemari dan mengganggu keseimbangan lingkungan. Salah satu usaha untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik adalah dengan pemanfaatan limbah pertanian dan peternakan sebagai pupuk organik.
Beberapa keuntungan atau kelebihan pupuk organik adalah bahwa pupuk organik mempunyai kandungan unsur hara yang lengkap baik hara makro maupun mikro. Kandungan bahan organik yang tinggi sehingga dapat memperbaiki struktur maupun sifat fisik tanah sehingga mampu mengikat air. Selain itu pupuk organik mengandung asam-asam organik seperti asam humic, asam fulic, dan hormon yang sangat baik untuk tumbuhan. Pupuk organik juga dapat menjadi penyangga pH tanah sehingga unsur hara tanah berada dalam kondisi tersedia bagi tanaman. Dan yang terakhir, bahwa pupuk organik aman digunakan dalam jumlah yang besar, aman bagi manusia, tumbuhan maupun aman bagi lingkungan
Limbah pertanian dan peternakan yang banyak berlimpah disekitar kita adalah kotoran ternak sapi dan dedak padi. Limbah tersebut dapat menjadi produk yang benilai tinggi bila diolah menjadi pupuk organik. Adapun cara pembuatan pupuk organik dari limbah kotoran ternak sapi dan dedak padi diuraikan sebagai berikut :
Bahan yang digunakan :
• Kotoran ternak sapi 500 kg
• Dedak padi 25 kg
• Tetes tebu (molasses) 1 liter
• Probiotik lokal (prolog) 1 liter
Peralatan yang digunakan :
• Drum plastik 100 ltr 5 buah
• Ember 2 buah
• Sekop 2 buah
Cara Pembuatan
• Campurkan tetes tebu dan probiotik ke dalam ember dan tambahkan air secukupnya
• Hamparkan kotoran ternak secara bertahap (per 100 kg) kemudian taburkan dedak padi secara merata, setelah itu semprotkan campuran probiotik dan molasses secara merata. Perlakuan tersebut dilakukan hingga kotoran ternak sebanyak 500 kg habis.
• Kemudian campuran kotoran ternak diaduk menggunakan sekop/cangkul hingga merata sampai pada kondisi kotoran yang siap di fermentasi (dapat menyatu bila dikepal dengan tangan). Jika kotoran ternak dalam kondisi kering maka saat pencampuran ditambahkan air secukupnya.
• Selanjutnya masukkan capuran ke dalam drum plastik dan dipadatkan hingga penuh.
• Tutup rapat drum sehingga proses fermentasinya dalam kondisi kedap udara (anaorob)
• Kemudian simpan ditempat yang aman dan tidak terkena sinar matahari langsung selama 2-3 minggu dan amati perubahan suhunya.
• Puncak perubahan suhu terjadi pada minggu kedua hingga pertengahan minggu ketiga dengan kisaran suhu antara 40 - 60 oC
• Menjelang akhir proses fermentasi pada minggu ketiga suhu mulai menurun hingga mencapai suhu normal 36 – 37 oC.
• Sebelum dikemas atau digunakan sebaiknya pupuk organik yang telah jadi diangina-anginkan untuk menghilangkan gas methane yang tersisa setelah proses fermentasi
• Setelah diangin-anginkan pupuk organik dapat dikemas atau langsung dapat diaplikasikan ke tanaman
Muhammad faris farabi
BalasHapus(24032119025)
Soal.
Kemukakan proses sederhana pembuatan biogas dari kotoran ternak.
Jawaban?
Alat. Alat yang digunakan dalam proses pembuatan biogas dari kotoran ternak antara lain: alat pengaduk, bak penampung, digester dan pipa.
1. Kotoran sapi dicampur dengan air hingga terbentuk lumpur dengan perbandingan 1:1 pada bak penampung sementara.
2. Lumpur dari bak penampungan sementara kemudian di alirkan ke digester. Pada pengisian pertama digester harus di isi sampai penuh.
3.Melakukan penambahan starter (banyak dijual dipasaran). Setelah digester penuh, kran gas ditutup supaya terjadi proses fermentasi.
4. Gas metan sudah mulai di hasilkan pada hari 10 sedangkan pada hari ke -1 sampai ke – 8 gas yang terbentuk adalah CO2. Pada komposisi CH4 54% dan CO2 27% maka biogas akan menyala.
5. Pada hari ke -14 gas yang terbentuk dapat digunakan untuk menyalakan api pada kompor gas atau kebutuhan lainnya.
6. Pengisian bahan biogas selanjutnya dapat dilakukan setiap hari, yaitu sebanyak kurang lebih 20 liter setiap pagi dan sore hari. Sisa pengolahan bahan biogas berupa lumpur / sludge secara otomatis akan keluar dari lubang pengeluaran (outlet) setiap kali dilakukan pengisian bahan biogas. Sisa hasil pengolahan bahan biogas tersebut dapat digunakan sebagai pupuk kandang/pupuk organik, baik dalam keadaan basah (cair) maupun kering
Nama : Delfis Yoga Pratama
BalasHapusProdi : Agroteknologi
NPM : 24031119033
Pestisida Organik dari Daun Talas
pestisida organik
Daun talas merupakan tumbuhan yang cukup umum ditemukan di halaman rumah.
daun ini sebagai pestisida organik untuk membasmi hama tumbuhan di rumah.
Pasalnya, daun talas memiliki kandungan asam lisollic yang mampu membunuh serangga.
Seperti ini cara membuat pestisida alami dari daun talas:
Tumbuk 10 helai daun talas hingga halus,
Masukkan tumbukan daun talas ke dalam ember
Tuangkan air sebanyak 3 liter
Diamkan selama 12 jam
Setelah proses pendiaman, gunakan air rendama tersebut dengan cara memercikkannya pada tumbuhan terkena hama.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusNama : Aad Ahmad syahid
BalasHapusKelas : Agroteknologi C
NPM : 24031119006
Soal : kemukakan proses pembuatan alkohol dari ketan.
Jawaban : ½ kg beras ketan
2. Air
3. 3 keping ragi tape
4. Plastik pembungkus
4. CARA PEMBUATAN
1. Cucilah beras ketan hingga bersih dengan menggunakan bakul.
2. Kemudian rendam beras ketan selama 24 jam.
3. Tiriskan beras ketan kemudian yang telah direndam, kemudiankukus hingga matang
4. Setelah matang taruh nasi ketan di atas nampan dan diamkan hingga benar-benar dingin.
5. Haluskan ragi tape hingga menjadi serbuk.
6. Taburkan ragi di atas nasi ketan yang benar-benar sudah dingin (jangan di taburkan saat nasi ketan masih panas)
7. Bungkus nasi ketan yang telah di beri ragi dengan plastik
8. Letakkan di dalam toples, kemudian tutup rapat sehingga udara tidah masuk kedalam toples.
9. Simpan selama 3-4 hari. Tape ketan siap di amati.
DOKUMENTASI
5. DATA PENGAMATAN
6. ANALISA DAN PEMBAHASAN
Setelah melakukan penelitian selama 3 hari tentang pembuatan tape ketan, kami dapat membahas bagaimana tape ketan dibuat, memaparkan faktor-faktor yang terlibat dalam pembuatan ataupun dalam proses fermentasi tape.
Fermentasi yang terjadi yaitu perubahan pati menjadi gula, dan oleh ragi gula dirubah menjadi alcohol, sehingga ketan menjadi lunak, berair, manis, dan berbau alcohol.proses fermentasi tersebut adalah:
C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP (Energi yang dilepaskan:118 kJ per mol)
Dijabarkan sebagai
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) → Alkohol (etanol) + Karbon dioksida + Energi (ATP)
Warna agak kusam, rasanya lebih manis dan aroma berbau alkohol. Bakteri yang berperan dalam proses fermentasi ini adalah bakteri saccharomyces cerivisiae, bakteri ini dapat merubah karbohidrat menjadi alkohol, dan karbon dioksida. Dalam fermentasi tape ketan terlibat beberapa mikro organisme yang disebut dengan mikrobia perombak pati menjdi gula yang menjadikan tape pada awal fermentasi terasa manis.yang menyebabkan tape ketan berubah menjadi alkohol karena adanya bakteri actobakter aceti (mengubah alcohol menjadi asam asetat).
Pertumbuhan mikroorganisme selama proses fermentasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
Kebersihan alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan supaya bakteri pada proses fermentasi tidak terganggu.
Tingkat kematangan pada pengukusan beras ketan.
Perbandingan antara beras ketan dan ragi berpengaruh pada hasil / cepat lambatnya proses fermentasi.
Kualitas ragi juga berpengaruh pada hasil fermentasi. Jika ragi tidak menghasilkan bakteri maka fermentasi tidak akan terjadi. Begitu pula pada ragi yang di simpan lama bisa terjadi penurunan kualitas ragi.
Suhu selama proses fermentasi sangat menentukan jenis mikroorganisme dominan yang akan tumbuh. Umumnya diperlukan suhu 300C untuk pertumbuhan mikroorganisme. Bila suhu kurang dari 300C pertumbuhan mikroorganisme penghasil asam akan lambat sehingga dapat terjadi pertumbuhan produk.
Ketersediaan oksigen harus diatur selama proses fermentasi. Hal ini berhubungan dengan sifat mikroorganisme yang digunakan . Contoh khamir dalam pembuatan anggur dan roti biasanya membutuhkan oksigen selama proses fermentasi berlangsung , sedangkan untuk bakteri-bakteri penghasil asam tidak membutuhkan oksigen selama proses fermentasi berlangsung . Oleh karena itulah , proses fermentasi pada ketan yang tertutup rapat lebih cepat dibandingkan dengan ketan yang terbuka.
Nama: muhamad firdaus
BalasHapusProdi:Agroteknologi(D)
Menjawab soal tentang pembuatan minyak dari kelapa
Parut kelapa tua. setelah itu jadikan santan. masak secara lama. setelah itu jadilah minyak goreng.