Rabu, 23 September 2020

 

MATERI PERKULIAHAN KIMIA-KIMIA DASAR
(Era Pandemi Covid-19)
PRODI AGROTEKNOLOGI DAN PRODUKSI TERNAK
UNIVERSITAS GARUT

SEMESTER I TAHUN AKADEMIK 2020/2021

Rabu, 23 September 2020 pk. 10.00 – 11.40 (304)

Pertemuan I

Ruang Lingkup

 

1.      Materi dan Perubahannya

2.      Persamaan Reaksi

3.      Hukum Dasar Kimia

4.      Hitungan Kimia Sederhana

5.      Sifat Periodik dan Ikatan Kimia

6.      Larutan

7.      Kecepatan Reaksi

8.      Kesetimbangan Kimia

9.      Koloid

10.  Kimia Organik

11.  Biokimia, Gizi dan Nutrisi

12.  Kimia Nuklir

 

Definisi Materi

Matter atau zat: segala sesuatu yang menempati ruang tertentu, memiliki sifat, ukuran, volume dan massa tertentu

 

Sifat Materi

Materi memiliki ukuran tertentu dalam berbagai dimensi.

Sifat Fisika: dapat diamati, bentuk, wujud, warna, bau, dll

Sifat Kimia: berhubungan dengan perubahan kimia, bereaksi, terbakar, meledak, berkarat, basi, dll

Wujud Materi

Gas (udara, elpiji, uap air, dsb)

Cair (air, bensin, alkohol, dsb)

Padat (batu, batang besi, kayu, dsb)

 

Klasifikasi Materi

Unsur

Zat tunggal dengan lambang atom tertentu

Unsur terdiri atas tiga jenis, yaitu:

Logam: besi (Fe), Alumunium (Al), kalsium (Ca), natrium (Na), dsb

Non Logam: hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), karbon (C), helium (He), dsb

Semi Logam: silikon (Si), arsen (As), germanium (Ge), dsb

 

Senyawa

Zat majemuk hasil dari reaksi kimia beberapa unsur (perubahan kimia). Senyawa memiliki rumus molekul tertentu.

Contoh: air (H2O), karbondioksida (CO2), garam (NaCl), cuka (CH3COOH), dsb

Suatu senyawa memiliki sifat kimia yang berbeda dari unsur-unsur pembentuknya. Suatu senyawa hanya dapat dipisahkan kembali menjadi unsur-unsur pembentuknya melalui reaksi kimia tertentu.

Campuran

Zat majemuk hasil dari campuran (perubahan fisik) beberapa materi. Campuran terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

Campuran homogen: seluruh partikel zat-zat bergabung jadi satu sehingga batas masing-masing partikel tidak terlihat nyata. Contoh: air-gula, air-garam, air-cuka, udara, dsb.

Campuran homogen bisa dipisahkan menjadi zat-zat penyusunnya melalui proses pemanasan, penguapan, atau dekantasi, dan tidak bisa dengan penyaringan

Campuran heterogen: batas masing-masing partikel penyusunnya masih terlihat nyata dan tidak bisa bersatu. Contoh: air-pasir

Campuran heterogen bisa dipisahkan menjadi zat-zat penyusunnya melalui proses penyaringan, penguapan, atau pemanasan

Unsur logam dengan logam lain juga bisa membentuk campuran logam. Contoh: baja, kuningan, perunggu, dsb

Koloid, yaitu campuran heterogen yang memiliki sifat seperti campuran homogen, yaitu tidak bisa disaring. Contoh: air-minyak, sirup obat, dsb (dibahas lebih lanjut dalam materi KOLOID)

 

Perubahan materi

Terbagi menjadi dua, yaitu:

Perubahan Fisika, yaitu perubahan yang dialami oleh suatu materi hanya dalam bentuk perubahan ukuran dan wujud. Perubahan fisik bisa kembali ke semula sebelum diberi perlakuan, dan tidak menghasilkan zat baru. Contoh: lilin mencair, air membeku, beras jadi tepung, dsb

Perubahan Kimia, yaitu perubahan yang dialami oleh suatu materi melalui reaksi kimia tertentu, sehingga zat yang terbentuk memiliki sifat yang berbeda dengan asalnya. Perubahan kimia tidak bisa kembali ke semula, kecuali dengan reaksi kimia. Perubahan kimia menghasilkan zat baru yang tidak bisa kembali ke semula.

Contoh: singkong jadi tape, besi berkarat, makanan jadi basi, dsb

Suatu perubahan kimia bisa diikuti dengan satu, dua, tiga atau bahkan empat ciri, yaitu terbentuknya gas, terjadi perubahan warna, peningkatan/penurunan suhu sistem reaksi, serta terbentuk endapan.

Tugas 1

1. Kelompokkan materi-materi berikut kedalam unsur, senyawa atau campuran:

oksigen, udara, air, bensin, karbondioksida, perunggu, karbon, besi, soda, pupuk, cuka, saus, kecap, garam, alumunium, elpiji, dan plastik

2. Sebutkan masing-masing 10 perubahan fisika dan perubahan kimia yang berkaitan dengan sektor peternakan dan atau sektor pertanian.

Garut, 24 September 2020

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar