MATERI
PERKULIAHAN KIMIA-KIMIA DASAR
(Era Pandemi Covid-19)
PRODI AGROTEKNOLOGI DAN PRODUKSI TERNAK
UNIVERSITAS GARUT
SEMESTER I TAHUN AKADEMIK 2020/2021
Rabu, 23
September 2020 pk. 10.00 – 11.40 (304)
Pertemuan
I
Ruang Lingkup
1. Materi dan
Perubahannya
2. Persamaan Reaksi
3. Hukum Dasar Kimia
4. Hitungan Kimia
Sederhana
5. Sifat Periodik dan
Ikatan Kimia
6. Larutan
7. Kecepatan Reaksi
8. Kesetimbangan Kimia
9. Koloid
10. Kimia Organik
11. Biokimia, Gizi dan
Nutrisi
12. Kimia Nuklir
Definisi Materi
Matter atau zat:
segala sesuatu yang menempati ruang tertentu, memiliki sifat, ukuran, volume
dan massa tertentu
Sifat Materi
Materi memiliki ukuran tertentu dalam berbagai dimensi.
Sifat Fisika: dapat diamati, bentuk, wujud, warna, bau, dll
Sifat Kimia: berhubungan dengan perubahan
kimia, bereaksi, terbakar, meledak, berkarat, basi, dll
Wujud Materi
Gas (udara, elpiji, uap air, dsb)
Cair (air, bensin, alkohol, dsb)
Padat (batu, batang besi, kayu, dsb)
Klasifikasi Materi
Unsur
Zat tunggal dengan lambang atom tertentu
Unsur terdiri atas tiga jenis, yaitu:
Logam: besi (Fe), Alumunium (Al), kalsium (Ca), natrium (Na), dsb
Non Logam: hidrogen (H), oksigen (O), nitrogen (N), karbon (C), helium
(He), dsb
Semi Logam: silikon (Si), arsen (As), germanium (Ge), dsb
Senyawa
Zat majemuk hasil dari reaksi kimia beberapa unsur (perubahan kimia).
Senyawa memiliki rumus molekul tertentu.
Contoh: air (H2O), karbondioksida (CO2), garam (NaCl), cuka (CH3COOH),
dsb
Suatu senyawa memiliki sifat kimia yang berbeda dari unsur-unsur
pembentuknya. Suatu senyawa hanya dapat dipisahkan kembali menjadi unsur-unsur
pembentuknya melalui reaksi kimia tertentu.
Campuran
Zat majemuk hasil dari campuran (perubahan fisik) beberapa materi.
Campuran terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
Campuran homogen: seluruh partikel zat-zat bergabung jadi satu sehingga
batas masing-masing partikel tidak terlihat nyata. Contoh: air-gula, air-garam,
air-cuka, udara, dsb.
Campuran homogen bisa dipisahkan menjadi zat-zat penyusunnya melalui
proses pemanasan, penguapan, atau dekantasi, dan tidak bisa dengan penyaringan
Campuran heterogen: batas masing-masing partikel penyusunnya masih
terlihat nyata dan tidak bisa bersatu. Contoh: air-pasir
Campuran heterogen bisa dipisahkan menjadi zat-zat penyusunnya melalui
proses penyaringan, penguapan, atau pemanasan
Unsur logam dengan logam lain juga bisa membentuk campuran logam.
Contoh: baja, kuningan, perunggu, dsb
Koloid, yaitu campuran heterogen yang memiliki sifat seperti campuran
homogen, yaitu tidak bisa disaring. Contoh: air-minyak, sirup obat, dsb
(dibahas lebih lanjut dalam materi KOLOID)
Perubahan materi
Terbagi menjadi dua, yaitu:
Perubahan Fisika, yaitu perubahan yang dialami oleh suatu materi hanya
dalam bentuk perubahan ukuran dan wujud. Perubahan fisik bisa kembali ke semula
sebelum diberi perlakuan, dan tidak menghasilkan zat baru. Contoh: lilin mencair,
air membeku, beras jadi tepung, dsb
Perubahan Kimia, yaitu perubahan yang dialami oleh suatu materi melalui
reaksi kimia tertentu, sehingga zat yang terbentuk memiliki sifat yang berbeda
dengan asalnya. Perubahan kimia tidak bisa kembali ke semula, kecuali dengan
reaksi kimia. Perubahan kimia menghasilkan zat baru yang tidak bisa kembali ke
semula.
Contoh: singkong jadi tape, besi berkarat, makanan jadi basi, dsb
Suatu perubahan kimia bisa diikuti dengan satu, dua, tiga atau bahkan
empat ciri, yaitu terbentuknya gas, terjadi perubahan warna, peningkatan/penurunan
suhu sistem reaksi, serta terbentuk endapan.
Tugas 1
1. Kelompokkan materi-materi berikut kedalam unsur, senyawa atau
campuran:
oksigen, udara, air, bensin, karbondioksida, perunggu, karbon, besi,
soda, pupuk, cuka, saus, kecap, garam, alumunium, elpiji, dan plastik
2. Sebutkan masing-masing 10 perubahan fisika dan perubahan kimia yang
berkaitan dengan sektor peternakan dan atau sektor pertanian.
Garut, 24 September 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar